Universitas Mangku Wiyata Kembangkan Website Mangrove untuk Tingkatkan Ecoliteracy Siswa SMA
Wartaindonesia.net, CILEGON – Upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian lingkungan di kalangan pelajar terus dilakukan melalui inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Salah satunya diwujudkan melalui penelitian bertajuk “Pengembangan Website Berbasis Keanekaragaman Mangrove di Cagar Alam Pulau Dua Berorientasi ESD on Inquiry untuk Meningkatkan Ecoliteracy Siswa SMA” yang dilaksanakan pada 10 September 2024 di SMA Al Ishlah Cilegon.
Penelitian tersebut dipimpin oleh Edi Rosadi, M.Kom., selaku Dekan Fakultas Teknik. Dekan Fakultas Teknik dan Informatika , dengan melibatkan 20 peserta. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan media pembelajaran inovatif yang memadukan teknologi digital, potensi lokal, dan konsep pendidikan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, penelitian memanfaatkan keanekaragaman mangrove di sebagai sumber belajar kontekstual. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman, kesadaran, dan perilaku ramah lingkungan di kalangan siswa, serta belum optimalnya pemanfaatan potensi lingkungan lokal dalam proses pembelajaran.
Tahapan penelitian diawali dengan analisis kebutuhan melalui observasi di SMA Al Ishlah Cilegon dan kawasan Cagar Alam Pulau Dua. Wawancara dengan guru dan siswa juga dilakukan untuk mengetahui kebutuhan media pembelajaran digital yang relevan dengan materi lingkungan hidup.
Hasil analisis menunjukkan perlunya media pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan mampu mengintegrasikan pendekatan Education for Sustainable Development (ESD) dengan model pembelajaran berbasis inquiry. Berdasarkan kebutuhan tersebut, tim peneliti merancang sebuah website edukatif yang menyajikan informasi lengkap tentang keanekaragaman mangrove.
Website tersebut memuat materi mengenai jenis-jenis mangrove, fungsi ekologis, manfaat ekonomi, hingga peran penting mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Selain itu, platform ini dilengkapi dengan gambar, video, infografis, kuis interaktif, serta aktivitas pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengamati, menganalisis, dan menyimpulkan permasalahan lingkungan secara mandiri.
“Pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis potensi lokal seperti mangrove menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran lingkungan siswa secara lebih kontekstual dan bermakna,” ujar Edi Rosadi.
Sebelum digunakan, website terlebih dahulu melalui tahap validasi oleh ahli materi, ahli media, dan ahli pembelajaran untuk menilai kelayakan isi, tampilan, dan efektivitasnya. Setelah dinyatakan layak, produk diuji coba kepada siswa dalam skala kecil dan diperluas untuk mengukur tingkat kepraktisan dan efektivitas penggunaan.
Data penelitian dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, serta tes ecoliteracy yang mencakup aspek pengetahuan, kesadaran, sikap, dan perilaku lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa website yang dikembangkan terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan ecoliteracy siswa SMA.
Peningkatan signifikan terlihat pada pemahaman konsep lingkungan serta kepedulian siswa terhadap pelestarian ekosistem mangrove setelah menggunakan media pembelajaran tersebut.
Melalui penelitian ini, Universitas Mangku Wiyata berharap inovasi media pembelajaran berbasis digital dan potensi lokal dapat menjadi referensi bagi sekolah-sekolah lain dalam mendukung pendidikan lingkungan hidup yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat pembelajaran abad ke-21 yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan lingkungan global.(*)