Perempuan Bangsa Sumsel Dorong Budaya Hormati HAM, Hj. Yetti Oktarina Prana: KDRT dan Kekerasan Anak Harus Dihentikan Melalui Implementasi P5HAM
LUBUKLINGGAU, Wartaindonesia.net – Komitmen membangun budaya penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) terus diperkuat oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Provinsi Sumatera Selatan. Ketua DPW Perempuan Bangsa Sumsel masa bakti 2026–2031, Hj. Yetti Oktarina Prana, bersama kader Perempuan Bangsa Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk implementasi P5HAM (Pengarusutamaan Penghormatan, Pelindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia), Kamis (30/7/2026), di Bendo Cafe, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Dalam paparannya, Hj. Yetti Oktarina Prana menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai agen budaya dalam menanamkan nilai-nilai penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, dimulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan sebagai pendidik generasi penerus, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.
"Perempuan memiliki posisi yang sangat penting dalam membangun budaya yang menghormati Hak Asasi Manusia. Dari keluarga, kita dapat menanamkan nilai saling menghargai, menghormati hak setiap individu, serta membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan," ujar Yetti.
Ia juga menyoroti masih tingginya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta kekerasan terhadap anak di bawah umur yang hingga kini masih menjadi persoalan serius. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran HAM yang harus dicegah melalui edukasi, pendampingan, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Setiap perempuan dan anak berhak mendapatkan rasa aman, perlindungan, dan kehidupan yang layak tanpa adanya kekerasan. Tidak boleh ada lagi pembiaran terhadap KDRT maupun kekerasan terhadap anak. Semua pihak harus berani mencegah, melaporkan, dan memberikan perlindungan kepada korban," tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, DPW Perempuan Bangsa Sumsel mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menghormati Hak Asasi Manusia melalui implementasi P5HAM dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi P5HAM diharapkan tidak hanya menjadi program pemerintah semata, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti kader Perempuan Bangsa dari Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas. Melalui forum tersebut, para peserta juga berdiskusi mengenai langkah-langkah konkret dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak serta membangun masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia. (Vhio)