Wartaindonesia

Memperkuat Ketahanan Iklim dari Desa: Kolaborasi ProKlim di Musi Rawas Wujudkan Aksi Nyata Mitigasi

Vhio TC
Memperkuat Ketahanan Iklim dari Desa: Kolaborasi ProKlim di Musi Rawas Wujudkan Aksi Nyata Mitigasi

Wartaindonesia.net, MUSI RAWAS – Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global yang jauh di mata, melainkan tantangan nyata yang mulai menyentuh sendi-sendi kehidupan di tingkat desa. Menjawab tantangan tersebut, inisiatif Strengthening Village-Based Climate Action and Livelihoods (ProKlim) menggelar rangkaian kegiatan Field Visit di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, pada 28 hingga 29 April 2026.

featured_13_20260428115503_115abcda0b.jpg

Kegiatan yang berpusat di Desa Sadar Karya dan Desa Megang Sakti IV ini menjadi momentum penting bagi penguatan kolaborasi multi-pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Sinergi Multi-Stakeholder untuk Bumi
Program ini didorong oleh kesadaran akan dampak perubahan iklim seperti peningkatan suhu, ketidakpastian pola curah hujan, hingga ancaman bencana hidrometeorologi. Melalui kemitraan strategis yang melibatkan UNOPS, TEMASEK, Kementerian Lingkungan Hidup, serta pemerintah daerah, ProKlim berupaya menciptakan mekanisme koordinasi yang tangguh.

“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat melalui aksi mitigasi berbasis komunitas yang nyata,” ujar perwakilan PT Sucofindo, Selasa (28/4/2026).

Hal ini tercermin dari kehadiran jajaran petinggi seperti Bupati Musi Rawas yang di wakilkan oleh staf ahli, Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero), serta perwakilan dari berbagai instansi terkait.

featured_13_20260428115552_b859eba19d.jpg

Aksi Nyata di Lapangan: Dari Penanaman Pohon hingga Pengelolaan Sampah
Bukan sekadar diskusi di atas kertas, field visit ini diisi dengan berbagai aksi konkret yang berdampak langsung:

Penghijauan: Penanaman secara simbolis 350 bibit pohon petai. Pemilihan pohon petai tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon (CO_2) dan penambah tutupan vegetasi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi warga di masa depan.

Inovasi Lingkungan: Demonstrasi Waste Management System (Sistem Pengelolaan Sampah) di Bank Sampah Unit Desa Sadar Karya. Inovasi ini menjadi solusi praktis dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor limbah.

Pemberdayaan Ekonomi: Mini ekspo produk UMKM dari 10 desa. Salah satu yang dikunjungi adalah rumah produksi Keripik Fatiha, yang menunjukkan bahwa adaptasi iklim juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan pendapatan rumah tangga.

Edukasi dan Keberlanjutan

Selain aksi fisik, kegiatan ini juga menekankan pada aspek literasi digital dan literasi iklim. Masyarakat diberikan pembekalan mengenai praktik pembukaan lahan berkelanjutan tanpa membakar, serta pelatihan bagi Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Megang Sakti IV yang dipandu oleh trainer dari DAOPS Manggala Agni.

Melalui dokumentasi dan pelaporan yang sistematis, pembelajaran dari Desa Sadar Karya diharapkan dapat menjadi role model bagi desa-desa lain di Indonesia dalam menjalankan program ProKlim.

Tentang ProKlim Musi Rawas

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 95 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat penerima manfaat. Dengan semangat gotong royong, ProKlim membuktikan bahwa langkah kecil dari tingkat desa adalah kunci utama dalam menghadapi krisis iklim global demi masa depan generasi mendatang.

“Hijau Desanya, Tangguh Masyarakatnya, Lestari Alamnya.”

Salah satu dampak dari kegiatan diatas, Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sadar Karya, Musi Rawas, sukses meningkatkan ekonomi keluarga dengan bertransformasi dari buruh kebun menjadi pelaku UMKM. Inisiatif ini muncul untuk mengatasi rendahnya harga jual komoditas mentah seperti singkong dan kacang-kacangan.

​Melalui pendampingan dari PT Sucofindo, para ibu rumah tangga kini mampu mengolah hasil panen menjadi produk pangan bernilai jual tinggi. Umi Kalsum, pelopor kelompok tersebut, menyatakan bahwa bimbingan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan produksi dan akses pasar, tetapi juga secara signifikan mendongkrak pendapatan perempuan di desa mereka.

​Keberhasilan ini membuktikan bahwa hilirisasi pertanian skala rumah tangga mampu menjadi pilar ekonomi desa yang kokoh.

​"Alhamdulillah, berkat bimbingan dari PT Sucofindo, terutama dalam hal akses pasar dan manajemen produksi, pendapatan perempuan di Desa Sadar Karya semakin meningkat. Kami membuktikan bahwa sebagai ibu rumah tangga, kami tetap bisa produktif dan membantu ekonomi keluarga melalui UMKM," tambah Umi Kalsum. (Vhio)

Berita Terkait

79