H Epi Samsul Komar Secara Aklamasi Terpilih Sebagai Ketua IKM Kota Lubuk Linggau Periode 2026-2031
Wartaindonesia.net, LUBUKLINGGAU - H Epi Samsul Komar (Epi S Komar/HESK) secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Lubuk Linggau periode 2026-2031 dalam Musyawarah Besar (Mubes) IKM Kota Lubuk Linggau, di Ballroom Hotel Dewinda, Sabtu (9/8/2026).
Mubes yang dihadiri Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat yang diwakili Sekda Kota Lubuk Linggau, H Trisko Defriyansa, itu langsung memasuki agenda pleno untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi lima tahun ke depan.
Rapat pleno dipimpin Ketua Badan Musyawarah Keluarga Minang (BMKM) Amris bersama Ketua dan Sekretaris Panitia Mubes IKM Kota Lubuk Linggau.
Namun, suasana sidang sempat memanas ketika salah seorang peserta mempertanyakan mekanisme penetapan pimpinan pleno.
“Kalau sebelumnya disampaikan pimpinan pleno akan dipilih oleh peserta Mubes, mengapa kemudian pimpinan pleno langsung diambil alih oleh panitia? Ini menyangkut mekanisme persidangan dan harus dijelaskan secara terbuka,” tegas peserta tersebut dalam forum.
Perdebatan pun berlangsung cukup sengit. Adu argumentasi mewarnai jalannya sidang sebelum akhirnya tercapai kesepakatan bahwa pimpinan pleno diperbolehkan berasal dari unsur panitia Mubes.
Dalam pleno tersebut, pimpinan sidang menanyakan langsung kesediaan HESK untuk maju sebagai calon Ketua IKM Kota Lubuk Linggau.
“Saya bersedia,” jawab HESK tegas di hadapan peserta pleno. HESK menjadi satu-satunya calon yang maju dalam pemilihan.
Dengan dukungan 12 kelompok Minang yang mengikuti Mubes, pimpinan sidang kemudian menetapkan HESK sebagai Ketua IKM Kota Lubuk Linggau periode 2026-2031 secara aklamasi.
Usai ditetapkan, HESK langsung menyampaikan visi dan misinya. Ia menegaskan bahwa persatuan seluruh warga Minang menjadi prioritas utama, tanpa membedakan asal nagari, suku maupun kelompok.
“Misi pertama saya adalah memperkuat tali silaturahmi agar kebersamaan urang awak di Lubuk Linggau semakin kokoh. Duduak samo randah, tagak samo tinggi. Mangumpuakan nan taserak, manjampuik nan tatingga. Indak buliah ado dunsanak nan maraso ditinggakan, karano kito samuo adalah satu keluarga gadang urang Minang di rantau,” ungkapnya.
Tak hanya mengedepankan silaturahmi, HESK juga membawa agenda pemberdayaan ekonomi sebagai salah satu program utama kepemimpinannya.
Dirinya berkomitmen menjadikan IKM bukan sekadar organisasi sosial dan wadah berkumpul, tetapi juga organisasi yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada anggotanya.
Salah satu program yang disiapkan adalah pemberdayaan terhadap 100 pelaku UMKM warga Minang di Lubuklinggau.
“Insya Allah kami menyiapkan program pemberdayaan bagi 100 pelaku UMKM warga Minang. Masing-masing akan mendapatkan bantuan modal sebesar Rp 2 juta. Kami ingin IKM hadir bukan sekadar organisasi sosial, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan anggota,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga Minang sekaligus mendorong tumbuhnya usaha-usaha masyarakat.
Selain ekonomi, HESK berencana menghidupkan kembali kegiatan olahraga, seni dan budaya Minangkabau.
Menurutnya, pelestarian budaya penting dilakukan agar generasi muda Minang di perantauan tidak kehilangan identitas dan tetap memahami nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.
“Budaya adalah jati diri urang awak. Melalui olahraga, seni dan budaya, generasi muda harus tetap mengenal falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Di mano bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang, namun adat dan budaya Minang tetap kita lestarikan,” tuturnya.
HESK juga menegaskan IKM akan memperkuat gerakan sosial. Ia ingin organisasi hadir ketika ada warga Minang yang mengalami kesulitan maupun membutuhkan bantuan.
Disampaikannya, semangat kebersamaan harus menjadi fondasi utama IKM Kota Lubuk Linggau selama kepemimpinannya.
“Kita ingin tidak ada satu pun dunsanak yang tertinggal dalam perhatian dan bantuan organisasi. IKM harus hadir ketika dunsanak membutuhkan,” pungkasnya. (Vh)